Di sidang kasus bom Thamrin, dakwaan jaksa beberkan aliran dana USD 30 ribu

BEST PROFIT - Aktor intelektual kasus bom Thamrin Oman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Selasa (13/3). Dalam sidang ini JPU menghadirkan saksi bernama Adi Jihadi.

 

Adi Jihadi merupakan adik kandung dari Iwan Darmawan Munthohir alias Abdul Rois dan telah menerima vonis enam tahun tiga bulan karena terbukti terlibat dalam pendanaan bom Thamrin.

Abdul Rois merupakan pengatur dana pembelian senjata di Filipina yang diminta Suryadi Marsud alias Omar. Kendati demikian, Adi menampik bahwa aliran dana itu untuk melancarkan aksi bom Thamrin. Namun, dia mengakui dana itu dibagikan ke pihak-pihak terkait peristiwa itu. BESTPROFIT

Dalam dakwaan JPU, Omar meminta uang ke Rois sebesar USD 30 ribu. Untuk menyalurkan dana itu, Rois memerintahkan adiknya sebagai kurir. Dia pun diperintahkan Rois menuju Mal Matahari Serang, Tangerang, untuk mengambil uang USD 30 ribu lewat kantong plastik hitam melalui rekan Rois yang tak diberitahukan identitasnya.

"Saya tidak tahu, tidak kenal (orang yang ngasih uang), pas itu di Mal Serang. Pas itu saya di dalam mobil ngetok-ngetok mobil (dia) ngasih kresek," kata Adi di persidangan.

Setelah menerima USD 30 ribu, Adi sesuai perintah Rois lewat telegram membagikan uang itu ke beberapa pihak. Antara lain USD 3 ribu ke Suryadi untuk kebutuhan pelatihan militer dan pembelian senjata di Filipina serta USD 7 ribu kepada seseorang lainnya untuk kebutuhan di Filipina.

"Salah satunya buat Suryadi Mas'ud 3000 dolar. Kemudian buat Zainal Anshari. Dari 30 ribu dolar untuk dibagi-bagikan," kata Adi Jihadi.

Sedangkan uang 20 ribu dolar lainnya diberikan kepada pemimpin Jamaah Ansharut Daulah Jawa Timur Zainal Anshari. Dirinya adalah orang yang mencari salah satu eksekutor bom Thamrin, Muhammad Ali yang tewas. PT BESTPROFIT

Jaksa dalam dakwaan mengungkapkan, 18 belas pucuk senjata yang dibelanjakan di Filipina tersebut akan digunakan untuk Jihad Fisabiillah dalam rangka menegakkan hukum syariat di Indonesia sesuai dengan Daulah Islamiyah atau ISIS. Saat ditanya Jaksa, Adi mengatakan bahwa dana yang diberikan Rois sebelum terjadinya insiden bom Thamrin pada Maret 2016.

"Jauh sebelum (bom Thamrin)," singkat Adi.

Dalam sidang ini Tim JPU masih fokus kepada aliran dana Bom Thamrin untuk menguatkan terdakwa Oman yang didakwa sebagai arsitek insiden Bom Thamrin. Sementara terdakwa Oman tidak ingin mengomentari kesaksian Adi dan cecaran Jaksa.

Sidang pun ditutup dan dilanjutkan Jumat (16/3). Jaksa akan menghadirkan tiga saksi, salah satunya saksi kasus bom Kampung Melayu.

"Sidang berikutnya hari Jumat, tanggal 16 Maret 2018. Cukup, sidang ditutup," tutup Hakim Akhmad Zaini.

Sumber: merdeka.com

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.